10/1/06

dokumenter muda

Sebentar lagi jika anda mengetik “Myrdalism” di kotak pencarian situs MySpace, maka yang akan muncul bukan daftar karya ekonom-politikus Swedia terkemuka Gunnar Myrdal, melainkan lima film pendek dan satu video klip (“Carousel” dari band Sound at Regional States) garapan Muhammad Myrdal, 19 tahun, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Padjajaran, Bandung. “Sebagian besar karya saya masih terpajang di YouTube, ujarnya. YouTube adalah “situs gaul” seperti MySpace, hanya lebih fokus pada penayangan film-film pendek sineas independen mancanegara.

Keinginan Myrdal memanfaatkan MySpace sebagai etalase virtual bagi karyanya bukan tak beralasan. Kendati pernah mengikuti Festival Film Pendek Islam 2006 di Bandung dan meraih penghargaan sebagai sutradara termuda, Myrdal masih kecewa karena tak bisa mengikuti kompetisi film dokumenter award yang diselenggarakan Metro TV. “Waktu itu karena status saya masih pelajar SMA, saya tidak boleh ikut,” katanya. Di dunia maya, tak ada batasan umur yang bisa mengerangkeng kreativitasnya.
Maka sambil mempelajari gaya penyutradaraan sutradara favoritnya Mel Gibson pada The Passion of the Christ (“sudut pengambilan kamera dan lighting-nya gila banget,” kata Myrdal) ia terus menyempurnakan kecakapannya dalam membesut film pendek dan dokumenter. “komunitas pembuat film di Myspace memungkinkan terjadinya diskusi intensif antar sutradara dari berbagai negara,” katanya.
Tapi omong-omong soal namanya yang tak lazim dikuping Indonesia itu?” Ayah saya memang ekonom dan mengaku terinspirasi dengan kehebatan Gunnar Myrdal,” kata Myrdal Van Bandoeng ini. “Mungkin suatu saat akan saya coba buat versi film dokumenternya sendiri.” Katanya tertawa.
Sumber: Majalah Tempo Edisi 25 September – 1 Oktober 2006)

9/26/06

Aturan untuk Revolusioner

Mencipta seperti dewa
Memerintah seperti raja
Bekerja seperti budak
--Guy Kawasaki--

8/30/06

ide awards 06

IDE AWARDS Ide Awards adalah kompetisi kreatif Mahasiswa dengan bingkai nasionalisme. Tujuan lomba ini sangat mulia, menggali kembali nasionalisme yang dikomunikasikan melalui ide-ide kreatif. Lomba ini dibagi tiga tema, yaitu:

  • Kemasan Makanan Tradisional Indonesia (eksplorasi kemasan dodol durian, tape ketan)
  • Acara/Event (promosi tari-tarian daerah, recital, gamelan);
  • Destination Branding (mengolah program komunikasi visual suatu tempat, seperti pantai, museum, wisata, tempat bersejarah) yang menarik di Indonesia.
    Dan JAWARA nya adalah..
  • Dolanpiade, dari Digital Studio Jakarta (Dicky Mardona, Meliana Sari Hermanto, Octavia Subiyanto, Rifky Zulkarnain, Welly Caslin).
  • Peranakan Idealis, dari Institut Kesenian Jakarta (Irvan Muaia Ahmadi, Rahayu Pratiwi, Husin AL Kaff, Muhammad Rizki Lazuardy).
  • Lurjuk, dari Universitas Petra Surabaya, (Aileen Halim, Ang Siau Fang, Selvy Hermawan)
  • Batik Illusion, dari Universitas Bina Nusantara, (Adeline Ardine, Fredy Susanto, Nadya Kartika, Natalia)
  • Moralitas Pers, dari Universitas Bina Nusantara, (Kezia Winarta Wahyuni Wijayati, Lia Anggraeni, Filina Vicentia, Tafrian)
    *disarikan dari Concept, Vol 03 Edisi13’2006
l

8/17/06

global citizenship peace!

Dari 3-12 Agustus 2006, Fithiya Findie, Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan (UNPAR). Peserta seminar Mahasiswa bertema Global Citizenship-Peace yang diselenggarakan oleh International Network of University (INU). UNPAR adalah satu-satunya universitas yang berasal dari Indonesia, bahkan Asia Tenggara.

Fithiya mendapat banyak pengalaman berharga dari even ini, salah satunya adalah semangat belajar kelompok Pelajar/Mahasiswa Jepang. Dengan cara ini diharapkan bisa terjadi transfer ilmu diantara anggota kelompok, selain itu tujuan kelompok tersebut untuk memperkuat hubungan pertemanan ditengah-tengah kelompok belajar tadi, sehingga pada akhirnya selain hubungan akademik, hubungan interpersonal pun diperkenalkan.

8/1/06

the power of local ideas

FDGI & Friends ke-9 berlangsung di QB Kemang, Sabtu Malam, 20 Mei 2006 lalu. Acara yang dimoderatori Arif PSA, S.Sn (Asimetris, Jakarta) tersebut menghadirkan Arief Budiman. S.Sn (Petakumpet, Yogyakarta) sebagai pembicara tunggal. Jika diringkas, tips yang dibagikan Arief dalam presentasi singkat bertema, “The Power of Local Ideas’, kurang lebih seperti ini:

Ciptakan hal baru dari keseharian yang terlanjur dianggap wajar/biasa.
Caranya?
Ambil jarak, lalu bayangkan melihat rumah kita dari sudut pandang seekor burung elang (bird’s view) / katak (frog view) atau bayangkan melihatnya dari permukaan bulan. Arief menganjurkan agar mata tak digunakan sekadar merekam realita, tapi juga menangkap potensi, karena sesuatu yang biasa bagi seseorang, bisa dipandang sebagai peluang dari orang lain. Misalnya, dalam pandangan seorang visioner, setumpuk sampah bisa menjadi berton –ton pupuk atau karya seni instalasi.
Arif juga menyinggung bahwa Issac Newton mendapatkan teori gravitasinya ‘hanya’ dengan mengamati buah apel; dan IDEO, sebuah perusahaan desain paling inovatif di Amerika, mendapatkan ide-ide besarnya dari tempat pembuangan sampah, toko mainan, supermarket, dan taman kanak-kanak. Lebih jauh mengenai ide lokal, Arief mengambil contoh blankon yang di-trace agar lebih ngepop, sebagai elemen lama yang ditreatment khusus.
Menurutnya, dalam mencari ide, desainer harus berani menabrak pagar. “Pernah memikirkan untuk menikah di kuburan? Pernah merenungkan sebuah ide di atas pohon kelapa? Jika Anda jagoan menggambar dengan tangan kanan, pernahkah menggambar dengan tangan kiri? Menulis sambil menutup mata? Berjalan normal sambil tersenyum dalam hujan lebat melewati orang yang sedang berlarian atau berteduh? Makan nasi dengan lauk buah-buahan? Minum kopi sambil—Sorry—buang air besar?”
Demikian beberapa pancingan yang dilontarkan Arief dalam kumpul-kumpul yang dihadiri desainer, mahasiswa dan peminat grafis. Sesi tanya jawab pun bergulir seru, nyaris 3 jam! (Sumber: Concept VOL02EDISI12’2006)

5/25/06

imagine cup 2006

Tim Gatot Kaca yang terdiri dari tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (Narenda Wicaksono, Wildan Fakhri dan Hardani Maulana) serta satu mahasiswa Kedokteran Universitas Padjadjaran (Renaldi Prasetia) akhirnya berhasil memenangkan Imagine Cup 2006 Indonesia Software Design melalui kreasi rancangan piranti lunaknya yang disebut project Sigap!

Tim ini kemudian akan dikirim bersama tim Academic Developer Evangelist Microsoft Indonesia untuk berkompetisi mewakili Indonesia pada ajang serupa tingkat internasional, yaitu Worldwide Software Design Invitational of Imagine Cup 2006 yang akan berlangsung di New Delhi, India, pada bulan Agustus ini. Selengkapnya...

5/7/06

karakter

Steven covey pernah ngomong, "karakter kita pada dasarnya adalah gabungan dari kebiasaan-kebiasaan". Ia mengutip sebuah pepatah yang berbunyi, “ taburlah gagasan, tuailah perbutan, taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan, taburlah kebiasaan, tuailah karakter, taburlah karakter, tuailah nasib.”

Apakah yang dimaksud kebiasaan? Steven Covey, menjelaskan atau mendefinisikan kebiasaan sebagai titik pertemuan antara:
  • Pengetahuan
  • Keterampilan
  • Keinginan

Pengetahuan adalah paradigma teoritis apa yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Dan Keinginan adalah motivasi, keinginan untuk melakukannya. Agar sesuatu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup kita, maka kita harus mempunyai ketiga hal itu. Kebiasaan adalah faktor terkuat dalam hidup kita, karena konsisten dan sering merupakan pola yang tidak disadari, maka kebiasaan secara terus menerus setiap hari mengeskpresikan karakter kita dan menghasilkan efektivitas atau ketidakefektifan kita. YAP!

Merubah kebiasaan bukanlah suatu perbaikan segera. Diperlukan suatu proses dan komitmen luar biasa untuk itu. Can Do?

5/3/06

conrat "concord"

TIM INDONESIA berhasil memenangi peringkat 3 untuk kategori undergraduate (S-1) pada putaran final International L’OREAL e-Strat Challenge Episode 6, kompetisi strategi bisnis virtual yang diselenggarakan di Paris, Perancis, 12 April 2006. Tim Indonesia yang bernama Concord dari Fakultas Ekonomi Indonesia (UI) yang beranggotakan Dharma Satriadi, Aan Budiarto, dan Arif Medianto bersaing ketat dengan finalis dari 7 zona lainnya yang berasal dari sekolah-sekolah bisnis ternama dunia seperti London Business School (Inggris), Indiana University atau Kelley School of Business (AS), dan university of science dan technology of China.

Dari sekitar 35.000 Mahasiswa yang mendaftar dari seluruh dunia, yang berasal dari Indonesia adalah tercatat 412 tim atau 1.236 orang. Sebanyak 47 tim atau 141 mahasiswa lolos seleksi awal untuk bertanding di tingkat internasional, yaitu mahasisea tingkat S1 dan MBA dari Magister Manajemen UI, ITB, Prasetya Mulya, Ubinus, UGM, dan Unpad.
Sumber: Business Week, edisi Indonesia, 3/5/06