Showing posts with label Jawara Inovasi. Show all posts
Showing posts with label Jawara Inovasi. Show all posts

11/21/08

Eye Engine Menangi NIC 2008

Tim Constient dengan karya Artificial Intelligence akhirnya menyabet juara pertama dalam National Innovation Contest 2008. Tim dari ITB yang terdiri dari trio David Samuel, Alexander Bimo Ary Wibowo Soetjipto, dan Nicholas Hernando itu menampilkan kamera pengawas canggih. "Kamera itu bisa dikendalikan penggunanya dari mana pun lewat internet," kata David. Menurutnya, mereka menonjolkan piranti perangkat lunak untuk mencerdaskan kamera yang disebut Eye-Engine itu. Selain untuk mengawasi kondisi rumah, pabrik, tempat usaha, atau ruang publik, misalnya, kamera bisa mengirim tanda bahaya secara otomatis. Dalam pengumuman pemenang di Aula Timur ITB kemarin malam, juara kedua diraih tim Kanopi UII Yogyakarta, dan juara ketiga tim Walker dari ITB. Para juara itu menyisihkan 17 finalis lain yang datang dari ITS, UGM, Universitas Brawijaya dan Universitas Trisakti. Tim UII Yogyakarta mengusung kanopi atau penutup sepeda motor. Naungan agar pengendaranya terlindung dari panas dan hujan itu terbuat dari bahan fiberglass. Awalnya mereka membawa kanopi berbahan serat rami untuk dilombakan. Namun, menurut Ghalih Widhy Kurniawan, anggota tim itu, di kanopi tersebut patah di tengah perjalanan dari Yogya ke Bandung. Juara ketiga yang berjudul walker adalah tongkat penyangga yang dibentuk seperti kursi dari rangkaian besi. Fungsinya untuk membantu pasien atau orang lanjut usia berjalan. "Kalau lelah bangkunya bisa dipakai duduk," kata Restu, panitia. Para juara meraih piala dan hadiah senilai total Rp 35 juta. Menurut Restu, ketiga karya tersebut dipilih dewan juri sebagai pemenang diantaranya karena sederhana dan berpeluang untuk dipasarkan secara luas. Pusat Inkubator dan Industri Bisnis ITB rencananya akan membantu pengembangan produk para pemenang itu. Pameran dan penilaian National Innovation Contest 2008 berlangsung di gedung Campus Center ITB pada 17-19 November. Acara rutin tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Mesin ITB ini adalah yang kedua kalinya. Kali ini, mereka juga melombakan pembuktian hukum fisika bagi kalangan siswa SMA di acara yang sama.*** Sumber: Anwar Siswadi, "Eye-Engine Menangi Kontes Lomba Inovasi Teknologi 2008," www.tempointeraktif.com; 20 November 2008.

11/20/08

Jawara NIC 2008

Tim Constient dengan karya Artificial Intelligence akhirnya menyabet juara pertama dalam National Innovation Contest 2008. Tim dari ITB yang terdiri dari trio David Samuel, Alexander Bimo Ary Wibowo Soetjipto, dan Nicholas Hernando itu menampilkan kamera pengawas canggih. "Kamera itu bisa dikendalikan penggunanya dari mana pun lewat internet," kata David. Menurutnya, mereka menonjolkan piranti perangkat lunak untuk mencerdaskan kamera yang disebut Eye-Engine itu. Selain untuk mengawasi kondisi rumah, pabrik, tempat usaha, atau ruang publik, misalnya, kamera bisa mengirim tanda bahaya secara otomatis. Dalam pengumuman pemenang di Aula Timur ITB kemarin malam, juara kedua diraih tim Kanopi UII Yogyakarta, dan juara ketiga tim Walker dari ITB. Para juara itu menyisihkan 17 finalis lain yang datang dari ITS, UGM, Universitas Brawijaya dan Universitas Trisakti. Tim UII Yogyakarta mengusung kanopi atau penutup sepeda motor. Naungan agar pengendaranya terlindung dari panas dan hujan itu terbuat dari bahan fiberglass. Awalnya mereka membawa kanopi berbahan serat rami untuk dilombakan. Namun, menurut Ghalih Widhy Kurniawan, anggota tim itu, di kanopi tersebut patah di tengah perjalanan dari Yogya ke Bandung. Juara ketiga yang berjudul walker adalah tongkat penyangga yang dibentuk seperti kursi dari rangkaian besi. Fungsinya untuk membantu pasien atau orang lanjut usia berjalan. "Kalau lelah bangkunya bisa dipakai duduk," kata Restu, panitia. Para juara meraih piala dan hadiah senilai total Rp 35 juta. Menurut Restu, ketiga karya tersebut dipilih dewan juri sebagai pemenang diantaranya karena sederhana dan berpeluang untuk dipasarkan secara luas. Pusat Inkubator dan Industri Bisnis ITB rencananya akan membantu pengembangan produk para pemenang itu. Pameran dan penilaian National Innovation Contest 2008 berlangsung di gedung Campus Center ITB pada 17-19 November. Acara rutin tahunan yang digelar Himpunan Mahasiswa Mesin ITB ini adalah yang kedua kalinya. Kali ini, mereka juga melombakan pembuktian hukum fisika bagi kalangan siswa SMA di acara yang sama.*** Sumber: Anwar Siswadi, "Eye-Engine Menangi Kontes Lomba Inovasi Teknologi 2008," www.tempointeraktif.com; 20 November 2008.

5/17/07

Bayer Eco Mind 07

*Fiddy Semba Prasetya, Mutiara Arumsari and Wini Rizkining Ayu from left
Fiddy Semba Prasetya
, a Fisheries and Marine Sciences student of the Padjadjaran University, was selected as one of the Indonesian delegates to Eco-Minds based on his holistic approach to attaining a sustainable river basin. His idea takes into account topography, technology, education, administration, and industry participation.
Wini Rizkining Ayu is a Mathematics and Science student of the Gadjah Mada University, Yogyakarta of Indonesia. Based on current trends, she offers three solutions for sustaining a river basin: first, the planting of perennial trees in housing and industrial sectors to escalate water retention levels; second, the switch from upland farming to paddy fields owing to the latter’s higher flood retention level; and third, the campaign to reduce pollutants from domestic farming and the industrial sector.
Mutiara Arumsari
is taking up International Relations at the University of Indonesia. She proposes a people-centered approach for a sustainable river basin. Her idea is to establish a sub-district community consisting of concerned people, and promote a dialogue among stakeholders for the short and long term planning of the river basin. At the implementation stage, she recommends financial grants from industries and local government alongside the technical and management support from NGOs, with the government providing a mechanism of reward and punishment for the community as well as the industries.
***
Apa itu bayer eco mind?Mampir ke sini

2/20/07

Srikandi Road to Paris

Well, congratulation buat tim Srikandi. Impian maem Bakpia disamping Eiffel akan terwujud. hehehe... Btw, pengalaman 'imajineo' ketika bertemu dengan tim Srikandi akhir januari lalu di MM-UGM, begitu berkesan. Waktu itu Dian & Ayu lagi konsultasi dengan alumni trust danone 2006, tim palappa (MM-UGM). Waktu trial presentasi, imajineo udah tekagum-kagum dengan rencana bisnis versi Srikandi. Kekaguman itu ternyata memang beralasan, ini terbukti dengan berhasilnya tim ini mendapatkan tiket untuk "bertarung ide" di Paris pada 29 Maret 2007. Semoga bisa mengharumkan nama UGM, Jogja, dan tentunya Indonesia di kancah internasional.

Ini dia nih pasukan Srikandi:
  • Dian Insani Ambarwati (Akuntansi)
  • Nelfa Tyas Pitaloka (Manajemen '03)
  • Radiani Nurwitasari (Akuntansi '03)
  • Ayu Dyah Andari (Tenik Industri)
  • Ganis Nugraheni Purnamawati (Psikologi '03)
Srikandi adalah tim yang solid. kreativitas tim nampaknya tak lepas dari racikan "gado-gado" ilmu masing-masing anggotanya. bagaimana awalnya tim hebat ini terbentuk? simak di sini

1/8/07

finalis trust by danone

Selamat ya kepada 6 tim yang terpilih menjadi finalis trust by Danone (Indonesia)

  • Team Carnival (Universitas Indonesia)
  • Team Playbox (Prasetiya Mulya Business School)
  • Team The Nuno (Institut Pertanian Bogor)
  • Team Eagle Nest (Institut Teknologi Bandung)
  • Team Srikandi (Universitas Gadjah Mada)
  • Team The Morning Mist (Universitas Airlangga)
Met bertempur ide lagi pada tanggal 1-3 February 2007 di Jakarta.

12/15/06

binus amazing students

ini kami kutip dari iklan kompas (lupa tanggal berapa). strategi beriklan yang cerdas sekaligus memberi apresiasi sama mahasiswa brilian-nya. patut dicontoh kampus-kampus lain nih. salut deh ama binus. oke, imajineo turut ngucapin selamat para jawara yang telah mengharumkan nama binus dan indonesia di level internasional. inilah binus amazing students:

2nd Asian Universities Debating Champship 2006, Manila, Philippines, May 18-26, 2006 Champion E for L Category
  • Sarel Dika (Sistem Informasi & Akuntansi)
  • Christyana Ranthy Maurisya Tobing (Akuntansi)
  • Siti Nur Aulyana (Sastra Jepang), The Best Speaker
ACM ICPC, Asian Regional Contest, Kaohsiung, Taiwan, November 17 -18, 2006 1st Place:
  • Andoko Chandra (Teknik Informatika & Matematika)
  • Andrian Kurniady (Computer Science)

5/25/06

imagine cup 2006

Tim Gatot Kaca yang terdiri dari tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (Narenda Wicaksono, Wildan Fakhri dan Hardani Maulana) serta satu mahasiswa Kedokteran Universitas Padjadjaran (Renaldi Prasetia) akhirnya berhasil memenangkan Imagine Cup 2006 Indonesia Software Design melalui kreasi rancangan piranti lunaknya yang disebut project Sigap!

Tim ini kemudian akan dikirim bersama tim Academic Developer Evangelist Microsoft Indonesia untuk berkompetisi mewakili Indonesia pada ajang serupa tingkat internasional, yaitu Worldwide Software Design Invitational of Imagine Cup 2006 yang akan berlangsung di New Delhi, India, pada bulan Agustus ini. Selengkapnya...

5/3/06

conrat "concord"

TIM INDONESIA berhasil memenangi peringkat 3 untuk kategori undergraduate (S-1) pada putaran final International L’OREAL e-Strat Challenge Episode 6, kompetisi strategi bisnis virtual yang diselenggarakan di Paris, Perancis, 12 April 2006. Tim Indonesia yang bernama Concord dari Fakultas Ekonomi Indonesia (UI) yang beranggotakan Dharma Satriadi, Aan Budiarto, dan Arif Medianto bersaing ketat dengan finalis dari 7 zona lainnya yang berasal dari sekolah-sekolah bisnis ternama dunia seperti London Business School (Inggris), Indiana University atau Kelley School of Business (AS), dan university of science dan technology of China.

Dari sekitar 35.000 Mahasiswa yang mendaftar dari seluruh dunia, yang berasal dari Indonesia adalah tercatat 412 tim atau 1.236 orang. Sebanyak 47 tim atau 141 mahasiswa lolos seleksi awal untuk bertanding di tingkat internasional, yaitu mahasisea tingkat S1 dan MBA dari Magister Manajemen UI, ITB, Prasetya Mulya, Ubinus, UGM, dan Unpad.
Sumber: Business Week, edisi Indonesia, 3/5/06

9/23/05

Statistik Naksir Pemasaran

Arjuno Eko Putro (FMIPA, IPB)

Juara 1, Inovasi Konsep/Strategi CMIA 2005
Jatuh cinta sama pemasaran setelah mengetahui ternyata statistika kimia bisa diterapkan dalam pemasaran. Arjuna dari IPB ini mengadaptasi teknik QSAR (Quantitative Structure—Activity Relationship) yang biasa digunakan dalam disiplin ilmu kimia untuk riset pemasaran.
Menurutnya hasil persamaan linear berganda yang dihasilkan metode ini lebih sah dan stabil karena mempertimbangkan multi korelasi dan multikolinearitas antara variabel prediktornya.
Lalu, apa gunanya dalam pemasaran?
Arjuna memaparkan bahwa teknik ini dapat digunakan untuk menghitung tingkat kekuatan pesaing atau berbagai variabel yang berhubungan dengan pesaing. Konsep ini sangat menarik untuk memetakan lanskap persaingan bisnis.

3 v 4

Jakarta bagi Jiwa Pemberani

Retno Nindya P [Marketing - Binus]
Juara 2, Inovasi Konsep/Strategi, CMIA 05
Kreativitas hanyalah melihat dari sisi yang berbeda. Hal ini dibuktikan oleh Retno, dengan melihat citra negatif Jakarta seperti kemacetan dan tingkat kriminalitas tinggi sebagai suatu nilai jual tersendiri. Menurutnya, Jakarta bisa diposisikan sebagai kota penuh tantangan dan petualangan. Lihat saja tag-line yang ditawarkan, “Jakarta Punya Cerita”.
Retno mengakui, ada dua kemungkinan ekstrim dari wisatawan atas konsep tersebut, yaitu merasa tertantang dan datang, atau malah takut dan tidak berpikir untuk datang ke Jakarta. Strategi penyampaian pesannya katanya, bisa digunakan dengan memakai humor sarkastik, menggunakan kelemahan sebagai kekuatan, dan jangan sekali-kali menjanjikan turis keindahan, karena Jakarta memang bukan surga. Hmm... Jadi penasaran nih berpetualang ke Jakarta. :-)
3 v 4

Wajib Belajar Marketer

Renato Horison (IPB)

Juara 3, Inovasi Konsep/Strategi, CMIA 05
Marketing pada hakekatnya adalah sebuah proses pembelajaran terhadap berbagai perubahan yang terjadi dipasar. Proses belajar ini, menurut Renato, harus terus dilakukan untuk menghadapi perubahan lanskap bisnis. Proses belajar meliputi empat tahap, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Renato menamakan konsepnya sebagai educational marketing.
Tentu saja, tujuan akhir proses pembelajaran marketing ini adalah untuk menciptakan inovasi baik dalam produk, strategi pemasaran maupun mencari pasar baru. Selain proses pembelajaran, menurut Renato, para Marketer juga memiliki intensi untuk selalu menambah wawasan tentang berbagai hal dan ilmu pengetahuan. Wawasan dan pengetahuan ini akan sangat membantu dalam memperkaya detail inovasinya.

3 v 4

Sonner untuk Spot CRM

Rangga Almahendra [MM-UGM] Juara 1, Inovasi Konsep/Strategi, CMIA 05 Inovasi yang dinamai sebagai Sonner Spot ini cara kerjanya tak jauh beda dengan pemanfaatan Wi-fi yang ada selama ini. Rangga merancang Sonner Spot sebagai BTS mini pada area terbatas yang merupakan pengembangan dari teknologi bluetooth dan infra red yang kerap digunakan pada teknologi seluler akhir-akhir ini. Pendekatan yang dilakukan oleh konsep ini sangat personal, dalam arti, baik pelanggan dari Consumer to Consumer (C2C), Business to Business (B2B), dan Business to Consumer (B2C) yang mendapatkan keuntungan yang spesifik, dan sesuai dengan kebutuhan. Fasilitas inipun memungkinkan transfer data, video streaming, dan image. Hebatnya, tanpa biaya! Untuk pelanggan B2B, mereka dapat memanfaatkan inovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Contohnya untuk reservasi, pertukaran data bahkan kartu bisnis elektronik. Interkoneksi dengan media seperti fax, mesin fotocopi, PC dan printer bisa menajdikan Sonner Spot sebagai standar komunikasi bisnis di masa datang.

3 v 4

Khawatir? Belanjalah!

Fidelis Indriarto (MM-UNDIP)

Juara 2, Inovasi Konsep/Strategi, CMIA 05
Ternyata ada korelasi yang erat antara rasa khawatir (worry) dan motivasi seseorang membeli produk. Lewat makalah berjudul “To Create Worry & Win The Comfort Share,” Fidelis mengungkapkan bahwa kekhawatiran merupakan situasi diri yang tidak seimbang (galau, was-was). Situasi ini menjadi motif bagi seseorang melakukan tindakan untuk memenuhi kebutuhan agar tercapai keseimbangan diri.
Seseorang baru merasa nyaman dan seimbang apabila kekhawatirannya bisa dihilangkan dengan cara membeli dan mengkomsumsi produk. Asyik..! Keseimbangan baru ini merupakan peluang bagi munculnya worry stimulation baru lainnya yang akan ditindaklanjuti dengan upaya pencapaian keseimbangan baru lain.
3 v 4

Spritual Marketing

Ardhianto Nugroho [MM-UGM]

Juara 3, Inovasi Konsep/Strategi, CMIA 05
Trust merupakan satu kata kunci penting dalam bisnis. Dengan membangun trust konsumen maka perusahaan bisa mendapatkan loyalitas konsumen. Menurut Ardhianto, Ketika konsumen sudah dijejali ratusan bahkan ribuan informasi tentang product knowledge, biasanya mereka agak misleading dalam membuat keputusan membeli. Untuk menghidari itu, biasanya konsumen berpegang kepada trust dalam melakukan eksekusi, karena itulah trust bagi produsen menjadi sangat penting. Spritual Marketing (SM) ala Ardhianto pada dasarnya adalah upaya menjadikan semangat spritual karyawan sebagai landasan dan komitmen dalam melakukan tugasnya sehari-hari. Menurut Ardhianto, ada tiga langkah yang wajib dilakoni perusahaan dalam mengaplikasikan konsep SM-nya. Pertama, membangun komitmen ditubuh manajemen. Sebelum menerapkan konsep SM, kata Ardhianto perusahaan perlu mempertimbangkan kembali misi dan tujuannya karena SM menuntut perubahan cara pandang. Langkah selanjutnya, katanya adalah membangun platform spritual. Dalam tahapan ini katanya. Ada dua langkah yang wajib ditempuh yankni membangun kemampuan manangani komplain dan membangun kemampuan mendeliver experiences kepada konsumen. Langkah terkahir adalah membangun strategi relationship.

3 v 4

Sereal Anti Kanker

Nira Pusta & Yuliana [UNIBRAW]

Juara 1, Inovasi Produk, CMIA 05
Obat dalam bentuk sereal? Mengapa tidak. Duo Nira Pusta H dan Yuliana PKM dari universitas Brawijaya, mengangkat Jamur Shitake—yang selama ini dikenal sebagai jamur anti kanker dan antivirus—menjadi produk industri melalui diversifikasi olahan berupa sereal breakfast. Selama ini untuk keperluan pengobatan, jamur Shitake lebih banyak dikemas dalam bentuk serbuk atau ekstrak kapsul .
Nah, pertimbangan nilai guna dan ekonomis jamur shitake, duo ini menawarkan pengolahan shitake dalam bentuk sereal. Menurut mereka produk tersebut akan menyasar segmen menengah atas, dengan target utama para penderita kanker dan orang yang berpotensi kanker. Segmen ini ditengarai rata-rata punya kesibukan yang padat sehingga kurang punya waktu untuk mengolah sendiri Jamur Shitake sebelum dikomsumsi. Ada yang tertarik mengeksekusi ide brilian ini?

3 v 4

Pewarna Alam Batik

Rahma Sofiawati [FK Hewan–UGM]

Juara 2, Inovasi Produk, CMIA 05
Mahasiswi ko-asisten FKH UGM ini berhasil menemukan teknik yang dapat menyingkat proses pewarnaan batik dengan bahan pewarna tanaman. Dari satu bulan menjadi hanya dua hari. Luar biasa! Rahma memaparkan beberapa jenis tanaman yang lazim digunakan sebagai bahan pewarna antar lain buah pinang (untuk menghasilkan warna coklat), bunga srigading (kuning emas), bunga bougenville (merah muda), kulit akar mengkudu (merah) dan daun jati (merah marun). Inovasi ini bisa pula dikembangkan ke produk massal dengan cara membuat ekstrak warna dari tanaman menjadi serbuk (powder). Inovasi ini bisa membantu bisnis Anda?

3 v 4

Culture Airlines

Elsa Silitonga & Maria Sianturi (ATMAJAYA – JOGJA)

Juara 3, Inovasi Produk, CMIA 05
Bayangkan ini! Anda naik pesawat dengan tujuan penerbangan Jogja. Interior kabin pesawat dengan nuansa etnik Jawa, sarung kursi dibalut dengan kain batik dan pramugari berkebaya khas Jogja. Bahkan, Gudeg, Gado-Gado, dan Pecel pun tersaji dalam menu makanan. Selain menikmati atmofsir etnik diatas, bayangkan juga asyiknya mendapatkan cindera mata khas daerah secara gratis.
Ide brilian yang menawarkan pengalaman baru bagi penumpang. Sebuah pengalaman yang kaya nuansa budaya. Begitu kira-kira konsep KITA (Kampoeng Indonesian Tours Airlines) yang digagas duo dari Unika Atmajaya Jogja. Target pasar yang dibidik adalah para calon wisatawan dari manca negara yang ingin berkunjung ke Indonesia. Bagaimana reaksi Anda, jika sebagai penumpang di Airlines berbasis budaya ini?
3 v 4

Hemat ala Petambak Udang

Gogor Handiwibowo & Irawati [MM – ITS]

Juara 1, Inovasi Produk, CMIA 05
Kalo bisa hemat mengapa harus boros? Begitu kira-kira solusi yang dihadirkan oleh Wind Aerator, mesin penjaga kandungan oksigen air tambak. Alat yang digerakkan oleh tenaga angin—biasanya digunakan bahan bakar solar. Selain bisa menjalankan proses aerasi didalam tambak udang, wind aerator juga bisa menjaga homogenitas air dan mengumpulkan kotoran air.
Alat ini bisa menghemat 95% biaya yang seharusnya dialokasikan untuk pembelian Solar. Mari kita cermati kalkulasinya, bila jumlah rata-rata penggunaan solar setiap hari per hektar adalah 190 liter, dengan masa panen rata-rata 100 hari. Maka dibutuhkan 19.000 liter solar per hektar tambak tiap panen. Sedangkan harga Solar di pasar Rp 2.100 per liter, maka biaya operasional (untuk membeli solar) per hektar per masa panen adalah sekitar 40 Juta.
Dengan Wind Aerator petani udang tambak mempu menghemat biaya operasional minimal 36 Juta per hektar. Anda tertarik untuk berhemat?
3 v 4

Generasi Berkilau

Marlin Silviana & Yolanda Effendi [MM-PMulya] Juara 2, Inovasi Produk, CMIA 05 Duo mahasiswi MM Prasetya Mulya ini tergolong nekat, karena menyodorkan ide produk baru yang belum pernah ada dipasaran. Produk yang diberi nama Sparks Hair Refresher with Vitamin. Produk hair care (perawatan rambut) ini menyasar pasar berdasarkan georafis dan psikografis, yakni perempuan (rambut panjang/pendek/ dicat bahkan yang berjilbab), remaja (15-24 tahun), dengan ciri gaul dan menjadi bagian dari satu kelompok, senang traveling, berpenampilan menarik, senang belanja di mall dan supermarket. Nama Sparks mempunyai makna “berkilau”. Nama ini dipilih karena dianggap dapat merepresentasikan pribadi pemakai sebagai ribadi berkilau, muda, enerjik, ceria, percaya diri, dan diterima dengan baik oleh lingkungan sekitarnya.

3 v 4

Prepaid Card

Alex Hartono [MM-UGM]

Juara 3, Inovasi Produk, CMIA 05
Mahasiswa MM UGM ini mencoba berinovasi dengan Prepaid Credit Card(PCC). Produk yang bisa dibeli layaknya voucher handphone. Berbeda dengan kartu kredit dan debit, PCC dicetak tanpa nama pemilik maupun bank penerbit. Dengan demikian siapapun bisa memanfaatkan PCC .
Membidik pasar usia 12 – 34 tahun. “anak-anak muda yang suka kongkow dengan teman se-gank, orang tua yang membelikan kartu untuk anak mereka, pelajar, orang-orang yang takut berhutang, hingga orang-orang yang sangat konsen dengan nilai iuran tahunan kartu kredit maupun debit.
Kemudahan yang ditawarkan adalah konsumen tidak perlu takut dengan utang yang bakal menggunung atau iuran tahunan plus interest rate. Konsumen tinggal membeli langsung PCC dari penerbit atau bank yang memilki kerjasama dengan penerbit PCC. Bahkan PCC, bisa dibeli di agen atau point of sales yang ditunjuk dari resmi oleh penerbit PCC. Seperti isi ulang voucher handphone, memiliki PCC perdana hanya dikenai biaya pembuatan kartu plus nilai rupiah yang diinginkan pemilik untuk tersimpan di PCC.
3 v 4